Rabu, 15 Februari 2012

BUDI DAYA TANAMAN KAPAS

Tanaman kapas di indonesia sudah diperkenalkan sejak lama terhadap rakyat melalui tanaman paksa oleh penjajah, tanaman ini di kenal dan dibudidayakan pada daerah-daerah yang dianggap/dan sudah dilakukan penelitian cocok dan berpotensi seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT dan Sulawesi.
Pengembangan oleh Pemerintah dilakukan semenjak dibentuknya Perusahaan Umum kapas dan Perseroan Perkebunan, hingga saat ini dikelola oleh Perusahaan Swasta yang bergerak dibidang textil.
Permasalahan yang sekarang belum tuntas untuk tingkat nasional adalah belum mampunya kita bangsa Indonesia menghasilkan serat kapas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, menurut data yang pernah dimunculkan pada era tahun 1980 s/d 1990 kita baru mampu memasok kebutuhan dalam negeri +/- 5 %, sedangkan sisanya diambil dari negara luar, dan tahun terakhir th 2010 kita baru mampu +/- 0,5 % sedangkan sisanya sekitar 99,5 % dari negara luar . yang menjadi pertanyaan sekarang ini mengapa dengan sekian puluh tahun pengalaman akan perkapasan tetap aja produksi tidak bisa ditingkatkan.
PT. Nusa Farm Intiland Corp, sebagai salah satu perusahaan swasta yang diberi kepercayaan untuk mengelola budidaya tanaman kapas ini sudah mulai berkecimpung semenjak tahun 1995, yang diawali dengan terlibat dalam IKR di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, NTB dan NTT . Perusahaan ini merupakan anak cabang dari perusahaan Textil Natatex yang berada di Bandung.
Usaha-usaha yang telah dilakukan oleh perusahaan ini salah satunya dengan peningkatan mutu benih, melalui kerjasama dengan perusahaan asing dari India(pengadaan Benih Hybrida)pada tahun 1995 s/d 1998, akan tetapi usaha ini juga tidak dapat menaikkan peningkatan produksi serat untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pada tahun terakhir ini melakukan kerjasama dengan Balittas Malang melalui penggunaan benih lokal yang dihasilkan oleh Ballitas Malang dan pengujian-pengujian lain yang kirannya itu dapat mendukung secara teknis dalam budidaya tanaman kapas maupun faktor sosial ekonomi masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar