Senin, 05 Maret 2012

PERMASALAHAN DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN KAPAS UNTUK DAERAH JAWA TENGAH, KHUSUSNYA KAB.GROBOGAN

BUAH KAPAS YANG SUDAH SIAP PANEN
PT. Nusafarm Intiland Corp sebagai bagian dari perusahaan textil PT.Natatex Prima corp yang beralamatkan di Jl.Raya Rancaekek Km 26,5- Bandung. Sampai saat ini masih melakukan usaha dalam pengembangan areal dan peningkatan produksi tanaman kapas.
Salah satunya berlokasi di Kabupaten Grobogan, Jawa tengah. secara pola kemitraan dengan pemerintah dan petani turut dalam program Akselerasi Tanaman Kapas yang sudah berlangsung dari tahun 2007 hingga sekarang tahun 2012, bertujuan untuk percepatan perluasan areal tanaman kapas dan peningkatan produksi kapas. Disamping itu turut dalam peningkatan pendapatan petani.
Tentu saja dalam program-program itu tidak segampang yang diucapkan, akan tetapi harus mengalami hambatan-hambatan yang setiap tahun akan dialami dan itu juga akan bervariasi.
Kabupaten Grobogan merupakan daerah sasaran untuk pengembangan tanaman kapas, di awali oleh PTP Perkebunan  pada kala itu daerah ini merupakan daerah yang relatif sulit dalam pengadaan air terutama pada saat musim kemarau pada era th 80, sehingga kecendrungan petani untuk mengusahakan tanaman kapas ini sebagai tanaman utama disamping tanaman padi tentunya, dan itu ditunjang dengan krateristik Petani Kabupaten Grobogan yang ulet sehingga pada era tersebut menjadi Tanaman Primadona.
Telah banyak upaya-upaya yang dilakukan PT.Nusafarm Intiland.Corp dalam pengembangan tanaman kapas ini, salah satunya dengan cara mendatangkan benih unggul dari Negara India, namun usaha ini juga tidak mendukung disebabkan oleh faktor harga yang mahal jika mengimpor benih juga belum bisa terserapnya teknologi Budi Daya Tanaman kapas dengan menggunakan Benih Hybrida pada saat itu. 
Kecendrungan Budidaya Tanaman Kapas ini makin menurun disebabkan semakin ketatnya persaingan komoditi-komoditi unggulan yang bermunculan di petani, dan menjadi suatu tantangan bagi para pengusaha/investor dan Pemerintah, lembaga-lembaga Penelitian untuk dapat kembali menjadikan Tanaman Kapas sebagai tanaman Unggulan.
  

Rabu, 15 Februari 2012

BUDI DAYA TANAMAN KAPAS

Tanaman kapas di indonesia sudah diperkenalkan sejak lama terhadap rakyat melalui tanaman paksa oleh penjajah, tanaman ini di kenal dan dibudidayakan pada daerah-daerah yang dianggap/dan sudah dilakukan penelitian cocok dan berpotensi seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT dan Sulawesi.
Pengembangan oleh Pemerintah dilakukan semenjak dibentuknya Perusahaan Umum kapas dan Perseroan Perkebunan, hingga saat ini dikelola oleh Perusahaan Swasta yang bergerak dibidang textil.
Permasalahan yang sekarang belum tuntas untuk tingkat nasional adalah belum mampunya kita bangsa Indonesia menghasilkan serat kapas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, menurut data yang pernah dimunculkan pada era tahun 1980 s/d 1990 kita baru mampu memasok kebutuhan dalam negeri +/- 5 %, sedangkan sisanya diambil dari negara luar, dan tahun terakhir th 2010 kita baru mampu +/- 0,5 % sedangkan sisanya sekitar 99,5 % dari negara luar . yang menjadi pertanyaan sekarang ini mengapa dengan sekian puluh tahun pengalaman akan perkapasan tetap aja produksi tidak bisa ditingkatkan.
PT. Nusa Farm Intiland Corp, sebagai salah satu perusahaan swasta yang diberi kepercayaan untuk mengelola budidaya tanaman kapas ini sudah mulai berkecimpung semenjak tahun 1995, yang diawali dengan terlibat dalam IKR di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, NTB dan NTT . Perusahaan ini merupakan anak cabang dari perusahaan Textil Natatex yang berada di Bandung.
Usaha-usaha yang telah dilakukan oleh perusahaan ini salah satunya dengan peningkatan mutu benih, melalui kerjasama dengan perusahaan asing dari India(pengadaan Benih Hybrida)pada tahun 1995 s/d 1998, akan tetapi usaha ini juga tidak dapat menaikkan peningkatan produksi serat untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pada tahun terakhir ini melakukan kerjasama dengan Balittas Malang melalui penggunaan benih lokal yang dihasilkan oleh Ballitas Malang dan pengujian-pengujian lain yang kirannya itu dapat mendukung secara teknis dalam budidaya tanaman kapas maupun faktor sosial ekonomi masyarakat.