![]() |
| BUAH KAPAS YANG SUDAH SIAP PANEN |
Salah satunya berlokasi di Kabupaten Grobogan, Jawa tengah. secara pola kemitraan dengan pemerintah dan petani turut dalam program Akselerasi Tanaman Kapas yang sudah berlangsung dari tahun 2007 hingga sekarang tahun 2012, bertujuan untuk percepatan perluasan areal tanaman kapas dan peningkatan produksi kapas. Disamping itu turut dalam peningkatan pendapatan petani.
Tentu saja dalam program-program itu tidak segampang yang diucapkan, akan tetapi harus mengalami hambatan-hambatan yang setiap tahun akan dialami dan itu juga akan bervariasi.
Kabupaten Grobogan merupakan daerah sasaran untuk pengembangan tanaman kapas, di awali oleh PTP Perkebunan pada kala itu daerah ini merupakan daerah yang relatif sulit dalam pengadaan air terutama pada saat musim kemarau pada era th 80, sehingga kecendrungan petani untuk mengusahakan tanaman kapas ini sebagai tanaman utama disamping tanaman padi tentunya, dan itu ditunjang dengan krateristik Petani Kabupaten Grobogan yang ulet sehingga pada era tersebut menjadi Tanaman Primadona.
Telah banyak upaya-upaya yang dilakukan PT.Nusafarm Intiland.Corp dalam pengembangan tanaman kapas ini, salah satunya dengan cara mendatangkan benih unggul dari Negara India, namun usaha ini juga tidak mendukung disebabkan oleh faktor harga yang mahal jika mengimpor benih juga belum bisa terserapnya teknologi Budi Daya Tanaman kapas dengan menggunakan Benih Hybrida pada saat itu.
Kecendrungan Budidaya Tanaman Kapas ini makin menurun disebabkan semakin ketatnya persaingan komoditi-komoditi unggulan yang bermunculan di petani, dan menjadi suatu tantangan bagi para pengusaha/investor dan Pemerintah, lembaga-lembaga Penelitian untuk dapat kembali menjadikan Tanaman Kapas sebagai tanaman Unggulan.
